Selasa, Juli 24, 2012

Dear Mom


by Rahma Yudi Amartina on Thursday, March 29, 2012 at 12:20pm ·

Dear Mom,

You might not a person with sweet words to say to me

You might not a woman with a bunch of gifts as my birthday presents

You might not a mother with a kiss on my forehead every night


Instead,

You are a person who notices me from afar

You are a woman who watches every step that I take

You are a mother who cries louder than I do

When I am hurt, or if I got hit

Senin, Juli 23, 2012

Bijak Belanjakan Uangmu


Oleh: Wahyu Yuliastuti W

            Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi seluruh umat Islam di dunia termasuk Indonesia. Di bulan ini semua umat Islam melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan lamanya. Puasa merupakan kegiatan ibadah dimana umat Islam dituntut untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dati terbit fajar hingga terbenam matahari.
            Menahan hawa nafsu merupakan salah satu dari rukun berpuasa. Jadi, selama berpuasa kita harus bisa mengontrol nafsu kita. Seperti contohnya adalah nafsu makan dan minum, nafsu amarah, dan bahkan nafsu belanja.
            Dalam bahasan saya ini, saya ingin lebih menekankan pada nafsu berbelanja. Sudah menjadi adat masyarakat Indonesia untuk banyak berbelanja di bulan Ramadhan. Entah itu belanja untuk berbuka puasa mulai dari es, camilan, makan besar, hingga makanan penutupnya. Tak hanya berlebihan dalam menu buka puasa, di bulan ini belanja bahan sandang juga seakan sudah menjadi kewajiban. Memborong berbagai pakain untuk dipakai di hari raya pun sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Bisa dibayangkan berapa uang yang dikeluarkan oleh satu keluarga saja selama periode bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri? Apalagi jika lebih dari ribuan keluarga melakukan hal yang sama.

Sabtu, Juli 21, 2012

(Opini) Sumber Nafas Hidup Panjang Bahasa Etnik


Oleh: Ilham F. Maulana
Tingginya bentuk keapatisan dalam masyarakat pada masa sekarang ini, selalu menjadi kendala yang sering muncul ketika membicarakan masalah penggunaan bahasa etnik. Melihat keadaan Indonesia yang saat ini tidak kurang bahasa etnik atau daerah di Indonesia berjumlah sekitar 746 bahasa yang tersebar di 17.508 pulau. Bahasa etnik ini memiliki andil besar dalam hal kehidupan sosial masyarakat, khususnya masyarakat etnik itu sendiri.
Masyarakat Indonesia yang notabene angka pertumbuhan penduduk terbesar pada umur muda. Semestinya mampu memunculkan pengguna yang meneruskan penggunaan bahasa etnik dalam keseharian. Apalagi dalam gerakan penjagaan identitas bangsa, bukan bermaksud untuk mengesampingkan bahasa nasional yakni Bahasa Indonesia. Namun jati diri bangsa Indonesia selama ini mampu untuk survive melewati globalisasi sendiri adalah karena kebudayaan etnik. Tidak lepas dari itu adalah karena dorongan persatuan Indonesia terjadi sebagai akibat perbedaan antar etnik di Indonesia yang besar.

Minggu, Juli 15, 2012



PENGORBANAN

Kau tau yang sebenarnya
Namun kau hanya acuh dan diam tanpa kata
Waktu pun terus berjalan
Kau menjauh dari dirinya
Meninggalkannya
Dan sekarang dia kini hanya sendiri
Sendiri dalam kesepian
Menikmati setiap kerinduan yang menyiksanya
Namun tak mengapa bagi dirinya
Asalkan kau bahagia, dia pun juga akan merasakannya
Walau sangat perih yang ia rasakan
Dan itulah pengorbanan
Pengorbanan yang sesungguhnya
Sebuah kebahagiaan yang menyakitkan
Yang menorehkan luka begitu dalam
Tak akan terlupa olehnya
Kan ia simpan dalam relung hatinya terdalam
Selalu dan selamanya

JANGAN PERGI

Dengan mata berkaca-kaca dan wajah pilu, Sinta menatap rintikan air hujan di hadapannya. Pikirannya terbang menjelajahi mesin waktu dan membuatnya teringat akan masa itu.
”Rheno! Mau pergi ke mana? Jangan tinggalkan aku!” Sinta berteriak sembari berlari mengejar saudara kembarnya. Mendengar teriakan saudaranya, Rheno berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.
”Heh, Sin! Dengarkan baik-baik! Aku tidak tahan dengan kelakuanmu itu! Kekanak-kanakan, sok tahu, dan selalu ingin mengatur. Jadi, biarkan aku meninggalkan tempat ini!” Setelah selesai berbicara, Rheno segera berpaling meninggalkan Sinta tanpa menggubris tanggapan saudaranya yang sebenarnya sangat peduli padanya.
Sinta hanya terpaku melihat sosok yang sangat disayanginya berpaling meninggalkan dirinya, semakin jauh, jauh, dan akhirnya hilang entah ke mana. Hatinya kini terpenuhi dengan perasaan kesal, kecewa, dan sedih. Perasaan itu bukan ditujukan pada Rheno yang telah pergi meninggalkannya melainkan pada dirinya sendiri yang belum mampu memperbaiki sikapnya seperti yang dikehendaki saudaranya.

Jumat, Juni 15, 2012

the key



The Key

“Meeeeoooonnggg…”
“Sebentar sayang, bapak lagi ada kerjaan, nanti sore kamu juga bakal makan enak”. Sahutku sambil mengelus kucing yang sudah kuanggap anak sendiri. Kucing kampung yang kuberi nama monki. Aneh bukan, kucing kok diberi nama monyet.
“Tiga buah lima belas ribu” sambil menyerahkan hasil pekerjaanku kepada pelangganku. Ya, aku seorang tukang kunci. Hanya seorang tukang kunci. Banyak asam pahit yang kutelan karena aku menjadi seorang tukang kunci. Karena aku tukang kunci, aku bisa membantu orang-orang kembali membuka pintunya yang terpisah dengan kunci aslinya. Walaupun hanya dengan satu tangan aku mengerjakannya. Karena aku tukang kunci, aku berpisah dengan istri dan anak perempuanku yang katanya tidak tahan menahan rasa malu memiliki seorang suami maupun bapak sepertiku. Cacat dan berkawan dengan kunci yang tidak bisa menentukan pintu masa depan.

negeriku


Negeriku, Dengarlah!

Negeriku.. Apa kabarmu?
Aku harap kau masih dalam keadaan baik,
tetap indah mempesona seperti alammu yang cantik dan kekayaan budayamu yang memukau
Oh ya, Negeriku.. aku ingin bercerita..
Aku melihat tempat yang saaaangat bagus di sini.. dengan gemerlap real estate dan segala fasilitas serta hiruk pikuknya
Sungguh membuatku takjub..
Tapi..
Mengapa di sini aku melihat pemandangan ironis?
Antara real estate dengan pemukiman kumuh..
di bantaran sungai, kolong-kolong jembatan, bahkan pinggiran rel kereta api..
Mengapa aku melihat orang compang-camping tidur tanpa alas di jalanan?
Mengapa aku melihat anak-anak berseragam menjajakan koran?
Dan mengapa aku harus melihat tubuh-tubuh mungil itu meminta-minta di jalanan?
Negeriku..
Sungguh aku senang, melihat penghunimu hidup dalam kemakmuran, dengan gelimang harta dan tahta..
Sungguh aku senang melihat kemajuan pembangunan bangsa ini..
Tapi.. kalau boleh aku jujur, aku lebih bahagia jika kesenjangan sosial itu tidak yang se-menyakitkan ini