Negeriku,
Dengarlah!
Negeriku.. Apa kabarmu?
Aku harap kau masih dalam keadaan baik,
tetap indah mempesona seperti alammu yang cantik dan
kekayaan budayamu yang memukau
Oh ya, Negeriku.. aku ingin bercerita..
Aku melihat tempat yang saaaangat bagus di sini.. dengan
gemerlap real estate dan segala fasilitas serta hiruk pikuknya
Sungguh membuatku takjub..
Tapi..
Mengapa di sini aku melihat pemandangan ironis?
Antara real estate dengan pemukiman kumuh..
di bantaran sungai, kolong-kolong jembatan, bahkan
pinggiran rel kereta api..
Mengapa aku melihat orang compang-camping tidur
tanpa alas di jalanan?
Mengapa aku melihat anak-anak berseragam menjajakan
koran?
Dan mengapa aku harus melihat tubuh-tubuh mungil itu
meminta-minta di jalanan?
Negeriku..
Sungguh aku senang, melihat penghunimu hidup dalam
kemakmuran, dengan gelimang harta dan tahta..
Sungguh aku senang melihat kemajuan pembangunan bangsa
ini..
Tapi.. kalau boleh aku jujur, aku lebih bahagia jika
kesenjangan sosial itu tidak yang se-menyakitkan ini